Yas Marina's Books

Yas Marina's Books

Sabtu, 10 November 2018

Buku Wajib Blogger Pemula


Sejak menekadkan diri ingin berprofesi sebagai blogger, pas masuk jadwal posting dan belum kekerjain itu rasanya seperti dikejar hutang. Saya menjadwalkan satu postingan blog itu harus dikerjakan maksimal dalam 2 hari. Tapi kemarin dan hari ini tuh benar-benar deh.
Kemarin waktu saya tersita oleh rumah tetangga yang sudah 2 tahun ditinggal penghuninya. Kebetulan tetangga nitipin rumah tersebut untuk dijual. Rumahnya cantik banget, tapi sayang dalamnya kotooor! Karena rencananya habis dhuhur mau ada buyer yang survey, ya sudah 2 orang emang-emang becak yang mangkal di depan, saya todong untuk kerja bersih-bersih hehe...
OOT: Rumahnya cantik kaan...hehe...

Sedangkan hari ini dari jam 7.30 sudah keluar rumah. Mulai urusan ke bank (bulan november royalti cair, yeee... haha...), ke pegadaian, rapat PKK RW, kondangan ke gedung, sampai Arisan RT. Dan sekarang, di sinilah saya di Purwakarta, di rumah orang tua. Lha, kok jadi ngelantur kemana-mana sih haha...
Tema postingan untuk blog ini saya khususkan untuk review buku, writing atau travel. Tadinya mau tentang travel. Tapi berhubung foto-fotonya di laptop suami dan laptopnya dipake anak-anak, jadi ya sudahlah saya putuskan review buku saja. Awalnya bingung mau buku apa. Namun tiba-tiba saya tersadar, ternyata kalau saya sedang blogging, saya tidak pernah jauh-jauh dari buku ini. Buku ini benar-benar sudah menjadi kitab panduan utama blogging saya. 

Nah, barangkali saja ada teman-teman yang ingin tahu tentang dunia blogging atau berminat menerjuni profesi blogger, mudah-mudahan jadi tahu kalau ada buku semacam ini yang bisa membuka wawasan per-blogging-an. Tapi ingat ya, jangan minjem. Beli kalau butuh haha... Iya, seperti yang saya bilang tadi. Saat saya blogging, saya gak bisa jauh-jauh dari buku ini. Karena buku ini sudah seperti kamus. Jadi, sorry ya gak untuk dipinjamkan.
Aduuh...ini resensi atau apaan sih? Kok banyak ceritanya? Ya beginilah blogging saya. Bagi saya blogging itu cerita-cerita. Cerita apa saja yang tentunya mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk yang baca.
Baiklah, yuk kita mulai bedah bukunya.
Bentuk fisik bukunya cukup munggil, dengan ketebalan sedang. Warna cover didominasi warna hijau dengan variasi ungu yang bertuliskan judul buku BLOGGING: HAVE FUN AND GET THE MONEY. Buku ini ditulis oleh seorang blogger profesional bernama Carolina Ratri atau para blogger di komunitas biasa memanggil beliau dengan sebutan Mak Carra.
Selain judul dan nama penulis, di sampul buku dituliskan juga keterangan singkat tentang isi buku, yaitu:
Mempelajari teknik menulis yang baik
Mempercantik tampilan blog
Mempopulerkan blog dengan SEO dan media sosial
Cara mendapatkan job review
Cara kerja Google Adsense
Dan lain-lain
Nah, cukup lengkapkan...?
Yang saya suka dari buku ini selain isinya, juga cara penyampaiannya yang ‘cair’. Bahasanya tuh mudah kita pahami. Jadi gak kaya buku teks atau tutorial yang formal dan berat. Kalau selama ini kita menganggap bahasa perkomputeran itu ‘mengerikan’, nah kalau ini mah insyaAlloh dijamin nggak.
Mungkin bagi yang awam banget bakal nemu beberapa istilah yang membingungkan. Tapi seiring waktu, jika kita terus mempraktekan, yakin deh akhirnya kita bakal ngerti juga. Soalnya kebuktian di saya hehe... Saya tuh gak punya guru khusus dalam blogging. Bisa ya karena baca-baca dari pengalaman orang lain atau memperhatikan blog-blog orang lain, terus dipraktekin. Alhamdulillah sekarang saya sudah mengelola 3 blog TLD. Apa itu TLD? Sok atuhlah Pe-eR hehe... 

Intinya saya yakin, jika teman-teman berminat profesional di dunia blogging, maka jika teman-teman bersungguh-sungguh mempelajarinya, pasti bisa.

Buku setebal 242 halaman ini diterbitkan oleh Penerbit Stiletto. Jika teman-teman butuh buku ini, teman-teman bisa googling untuk mencari email kontak atau media sosialnya. Yang saya tahu, IG-nya cukup aktif kok. Oh, iya di bagian belakang bukunya pun ada kok kontaknya.
Nah, demikian teman-teman. Review bukunya segitu dulu karena waktu sudah menunjukkan pukul 23.33. Saya mesti mengalokasikan waktu untuk menyiapkan foto pelengkap dan tentu saja posting ke blog.
Silakan jika masih ada yang kurang jelas, bisa ditanyakan di kolom komentar. See you...

Kamis, 18 Oktober 2018

Perpustakaan Salah Satu Cara Irit


Saya termasuk orang yang suka memanfaatkan perpustakaan daerah dengan seluruh fasilitas gratisnya. Waktu anak-anak masih kecil, tiap hari sabtu saya pasti 'rekreasi' ke perpustakaan.

Memang rempong sih, bawa 5-6 anak sekali jalan. Kadang dalam keadaan hamil juga. Ada yang digendong dan yang dipegang kakak-kakaknya. Setiap kakak punya tanggung jawab yang sudah disepakati bersama sejak dari rumah.

Untuk menghemat, dari perumahan kita jalan kaki sampai terminal. Pernah pas jalan berombong-rombongan ini, sepasang tetangga suami isteri menghentikan kendaraannya dan mengajak kita sampai ke jalan besar. Wah...ini benar-benar anugerah, karena ongkos angkotnya jadi bisa dikurangi 😄.

Itu baru cerita di perjalanan.

Di perpustakaan, kita bisa menghabiskan waktu mulai dari jam buka hingga perpustakaan tutup kembali (08.00 - 15.00 wib). Untuk makan siang, kita mengakalinya dengan membawa nasi dan lauk pauk dari rumah. Pas jam istirahat, ruang perpustakaan ditutup. Kita pun makan siang dulu di emper mushola.

Manfaat GRATIS yang saya dapatkan untuk anak-anak selain baca dan pinjam buku gratis adalah kursus-kursus gratis. Kursus bahasa inggris, kursus tari, kursus menggambar, kursus memainkan alat musik, dan masih banyak lagi.

Memang sih, tidak sampai pada tingkatan expert. Tapi, untuk mengisi waktu anak dengan kegiatan positif, bagi saya cukupan lah. Saya lebih melihat kepada hasil non fisik, seperti keceriaan anak-anak, kreatifitas, keberanian tampil, dll. Justru bekal itulah yang mendorong anak mengeluarkan potensi-potensi yang ada di dalam dirinya.

Saya pernah merasa sedih, saat anak-anak berhasil menerbitkan buku-bukunya. Ada seorang Ibu, tanpa bertanya proses kreatif bagaimana anak-anak saya bisa berprestasi, dia langsung berkomentar di hadapan saya:

" Saya juga bukan tidak mau anak-anak saya seperti itu. Tapi, ya darimana juga modalnya?!"

Tanpa menunggu jawaban saya, si ibu langsung pergi.

Sungguh, saya terpana dan sakit rasanya mendengar komentar seperti itu. Tapi, ya sudahlah. Saya bertekad tidak mau dipengaruhi oleh sikap negatif orang lain.

Sekarang waktu berlalu. Anak-anak sudah pada besar dan menyebar di berbagai tempat. Saya hanya berharap anak-anak selalu ingat bahwa keberhasilan-keberhasilan mereka bukanlah didapat dengan gampang. Tapi karena keinginan dan usaha keras mereka juga, sejak awal.

I love you, anak-anakku 😘😘😘😘😘😘

#MomOfSix

*Gambar dari buku Keluarga Super Irit 1 💣*

Selasa, 25 September 2018

Ashabul Kahfi dan Kondisi Kekinian


ASHABUL KAHFI adalah sebutan bagi sekelompok pemuda yang hidup di jaman kerajaan pagan Romawi. Para pemuda dengan pemikiran logikanya yang kuat dan jernih memandang aneh perbuatan orang tua-orang tua mereka yang memuja para dewa-dewi, padahal pada kenyataannya bangsa Romawi dikenal pintar membuat hukum negara dan jenius dalam hal seni budaya.

Di situlah hidayah aqli (akal) berperan, di mana Allah sudah memberikan potensi akal kepada setiap manusia. Hanya ada manusia yang menggunakannya dengan tepat dan tidak.

Dalam buku '15 Cerita Ajaib dalam Al Quran', disampaikan secara singkat mengenai tingkatan hidayah. Hidayah Ad Din merupakan tingkatan hidayah berikutnya setelah hidayah aqli. Akal memiliki keterbatasan, sehingga untuk mengoptimalkan pemahaman atas keberadaan dan fungsi dirinya, manusia mesti mendapat hidayah berikutnya.

Hidayah Ad Din sampai kepada manusia berupa wahyu (firman Tuhan) dan utusannya (para nabi dan rasul). Hidayah Ad din inilah yang belum sampai kepada ashabul kahfi di jamannya. Sehingga mereka berharap adanya petunjuk ini dengan sebentuk doa yang diabadikan oleh Allah swt. dalam surat Al Kahfi: 10.

"Ya Rabb, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."

309 tahun kemudian, Allah swt. mengabulkan permohonan mereka. Ashabul Kahfi tertidur selama 309 tahun dan bangun pada masa kerajaan Romawi yang sudah dipimpin raja pengikut Nabi Isa a.s. Artinya sudah sampai kepada mereka hidayah Ad Din melalui Nabi Isa dan kitabnya yang menyempurnakan petunjuk yang sampai melalui akal mereka.

Doa Ashabul Kahfi masih relevan dengan kondisi masa kini di mana kita dikelilingi oleh  manusia-manusia yang mengaku paling pintar dan benar, berkamuflase, membodohi masyarakat. Dibarengi kecakapan komunikasi dan teknologi, menjadikan keburukan bisa nampak sebagai kebaikan.

Bagi kita mestinya menjadi pemacu untuk terus mengoptimalkan hidayah Ad Din yang telah sampai pada kita berupa petunjuk Al Quran dan Al Hadits. Pantaslah dalam satu hadits sahih baginda Rasulullah saw. telah bersabda:

“Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal (fitnah akhir zaman).”
(HR. Muslim no. 809)

Apa hubungannya? Ayo dibuka surat Al Kahfi ayat 1-10, pahami dan renungkan artinya.

Jangan lupa, baca juga buku '15 Cerita Ajaib dalam Al Quran' 😊. Hari ini sampai 31 desember 2018 diskon 50% di www.mizanstore.com dengan pembayaran menggunakan gopay, berlaku untuk 40 transaksi pertama setiap harinya.

Berminat? klik gambar buku di bawah ini ya...

Judul: 15 Cerita Ajaib dalam Al Quran
Penulis: Dewi Yasmarina