Yas Marina's Books

Yas Marina's Books

Selasa, 25 Oktober 2016

Buku dan Materi Persiapan Umrah (Kisah Umrah 2)



Sesaat sebelum berangkat ke Bandara Sukarno Hatta, Jakarta

Setelah terdaftar sebagai peserta umrah, saya pun berusaha mempersiapkan diri. Saya ingin bisa beribadah maksimal di sana. Meskipun pihak travel menjanjikan latihan manasik umrah, namun saya tidak sabar untuk segera mengetahui lebih jauh tentang apa itu umrah, apa saja aktivitasnya dan lain-lainnya.

Selain browsing internet membaca dan melihat pengalaman orang-orang yang pernah ke tanah suci melalui blog dan youtube, saya juga membeli beberapa buku yang berkaitan dengan haji dan umrah. Diantaranya adalah buku-buku karya Rafiq Jauhary. Rafiq Jauhary adalah seorang pembimbing di biro travel haji dan umrah di Kota Magelang, Jawa Tengah. Setelah lulus dari pesantren di Solo, beliau juga sempat memperdalam ilmu agamanya di kota Makkah. Saya berkesempatan mengenal profil Mas Rafiq Jauhary ini melalui akun facebooknya.

Buku-buku panduan haji dan umrah tulisan Rafiq Jauhary


Buku-buku Mas Rafiq ini saya baca sampai tuntas. Memang sih belum terbayang 100% karena saya belum pernah ke tanah suci. Namun buku-buku ini sangat membantu saya sehingga saya tidak merasa buta sama sekali mengenai amalan-amalan selama umrah dan lokasi-lokasi di tanah suci.

Baiklah, saya akan membahas sedikit tentang isi dari tiap bukunya ya. Anggap saja ini resensi singkat:

1.      Amalan di Tanah Suci, Membantu Haji & Umrah Anda Lebih Produktif

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim, satu shalat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu shalat di masjid lain, satu shalat di Masjid Nabawi lebih baik dari seribu shalat di masjid lain, dan di Masjid al-Aqsha lebih utama dari lima ratus shalat di masjid lain, begitupun dengan ibadah lainnya.

Hadits inilah yang menjadi salah satu motivasi saya ingin beribadah di tanah suci dengan sebaik-baiknya. Saya merasa beruntung karena melalui buku ini, saya tidak hanya diberitahu soal amalan fisik saja seperti thawaf, shalat, sedekah, doa dan zikir tapi juga diingatkan mengenai amalan hati seperti ikhlas, syukur dan sabar.

Kelebihan lain dari buku ini, tulisan dicetak dia atas kertas tebal dan glossy. Selain itu dilengkapi pula dengan foto-foto full colour serta berbagai ilustrasi untuk memudahkan kita mempelajari cara-cara beribadah di tanah suci.

2.      Menjadi Muthawif Anda di Tanah Suci, Panduan Perjalanan dari Tanah Air ke Tanah Suci

Belakangan setelah saya sampai di tanah suci, barulah saya memahami betul apa itu muthawif. Muthawif itu semacam travel guide kita di tanah suci. Selama di tanah suci, saya merasa bergantung sekali pada para muthawif ini dalam berbagai urusan. Mulai dari tanya soal koper hilang, arah kiblat, lokasi toko, materi ibadah, sejarah Islam dan tetek bengek lainnya.

Untuk orang yang baru pertama kali pergi ke negeri orang seperti saya, rasanya memang buta sama sekali. Apalagi saya tidak bisa berbahasa arab. Dan orang arab pun jarang yang bisa berbahasa inggris. Pada akhirnya peran muthawif benar-benar dibutuhkan untuk membantu kita selama di sana sehingga kita bisa beribadah dan bepergian dengan nyaman.

Nah, isi buku ini seakan-akan seorang muthawif yang menjelaskan berbagai hal mengenai tanah suci. Mulai dari letak geografis, cuaca, budaya, makanan, dan hal-hal lainnya yang cukup mendetail. Dari informasi ini, kita bisa mengira-ngira persiapan apa saja yang harus dilakukan di Indonesia menjelang keberangkatan ke tanah suci.

Selain itu, yang saya suka dari buku ini adalah mengenai penjelasan berbagai tempat yang biasa dikunjungi para jamaah haji dan umrah saat ziarah Makkah dan Madinah. Penjelasan tersebut membuat saya memiliki bekal pengetahuan yang cukup saat mengunjungi lokasi ziarah tersebut.

3.      Bahasa Arab Praktis Untuk Jamaah Haji & Umrah, Plus Doa Haji & Umrah

Terus terang saya tidak terlalu mempelajari isi buku ini. Pertimbangannya karena saya merasa hanya akan sebentar saja di tanah suci. Jadi sepertinya saya merasa tidak perlu bisa berbahasa Arab. Mungkin saya akan lebih semangat mempelajari buku ini jika pergi berhaji di mana waktu tinggal di sana lebih lama.

Namun begitu, melalui buku ini saya jadi tahu jika bahasa Arab pun mengalami pergeseran dari bahasa baku (fush-hah) ke bahasa sehari-hari (‘amiyah).

Kelebihan lain dari buku ini adalah ukurannya yang kecil sebesar buku saku. Sehingga kita lebih gampang membawannya kemana-mana. Mana tahu kalau kita tiba-tiba memerlukannya, bukan?

***

Selain buku-buku di atas, saya pun mempersiapkan buku Do’a, Sebuah Petunjuk dan Contoh-Contoh dari Drs. Miftah Faridl. Buku ini adalah salah satu buku favorit saya. Isinya berbagai doa berdasarkan hadits nabi. Doa yang saya punya itu cetakan ke-5. Ternyata saat di Masjid Nabawi, teman saya juga membawa buku tersebut dengan bentuk buku lebih langsing dan sampul kulit imitasi yang merupakan cetakan ke sekian belas (saya lupa). Sedangkan punya saya kertasnya saja sudah buram dan rupanya agak uzur begitu deh.

Buku kumpulan doa dari Drs. Miftah Faridl


Nggak apa-apa, sing penting isinya ya, kan? Hehe... Bagi yang punya bukunya, boleh lihat bab VIII tentang Doa Dalam Setiap Keadaan. Nah, doa-doa di bab itu saya baca ulang sampai tiga balikan selama di Masjid Nabawi. Isinya itu lho, dahsyat-dahsyat, Sist! MasyaAllah, doanya Rasulullah. Indah nian isinya dan begitu mengena di hati. Sudah itu, dibacakannya di Masjid Nabawi pula tempat Rasulullah sendiri biasa berdoa dan dimakamkan. Selama membaca doa-doa ini, tidak pernah saya bisa menahan air mata.

***

Nah, selain buku-buku di atas, saya pun mendapatkan buku saku panduan umrah dan buku pedoman teknis perjalanan umrah dari pihak biro travel.

Buku Panduan Teknis dan Panduan Umrah dari Biro Travel


Buku Panduan Umrah berisi Adab & Hukum Safar, Tata Cara Umrah dan Panduan Doa. Buku tersebut memaparkan tentang umrah secara singkat namun jelas. Di situ disebutkan bahwa Hukum Umrah itu WAJIB bagi yang baru pertama kali melaksanakannya. Sedangkan Rukun Umrah itu terdiri dari: niat ihram, thawaf umrah, sa’i, tahalul (cukur rambut), dan tertib (melaksanakan dengan urutan tersebut di atas).

Sedangkan buku Pedoman Teknis Perjalanan Umrah berisi itinerary dan agenda perjalanan mulai pemberangkatan dari Indonesia hingga kembali ke Indonesia lagi dan daftar nama, foto, alamat hingga nomor ponsel jamaah yang berangkat bersama kita. Tidak lupa disertakan pula nama, foto, alamat, dan ponsel para ustadz pendamping. Seluruhnya, kami para jamaah berjumlah 70 orang ditambah 2 orang ustadz pendamping yaitu Ustadz Aan dan Ustadz Nasehan.

Satu materi yang paling mengena dari latihan manasik adalah saat Ustadz Aan menjelaskan isi lafadz talbiyah yang biasa dikumandangkan jamaah saat hendak ke dan di tanah suci. Waktu itu, Ustadz Aan mengisi latihan manasik ke-2 pada hari sabtu, tanggal 23 April 2016. Tepat 5 hari sebelum hari keberangkatan.

Lafadz talbiyah dari sini
Arti bahasa Indonesia dari lafadz talbiyah sebagai berikut:

“Kusambut panggilan-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu, kusambut panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, segala nikmat dan kekuasaan hanyalah bagi-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”

Menurut Ustadz Aan, hendaknya kita meluruskan motivasi berumrah. Bahwa kita berumrah itu niatnya hanya karena ingin beribadah kepada Allah, bukan karena niat-niat yang lain (makna dari: Kusambut panggilan-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu).

Menurut Ustadz Aan pula, pergi haji atau umrah itu rawan pujian sehingga kita bisa terhanyut karena sanjungan. Oleh karena itu kita mesti ingat bahwa pujian itu hanya milik Allah. Kemudian, ditakdirkannya kita dapat pergi ke tanah suci pun bukan karena kita layak dan kita punya harta. Namun, kita bisa berkunjung ke tanah suci semata-mata karena nikmat karunia Allah dan atas kekuasaan Allah swt. Buktinya banyak orang yang sepertinya lebih layak dan lebih banyak hartanya, namun belum juga mendapat kesempatan untuk ke tanah suci (makna dari: kusambut panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, segala nikmat dan kekuasaan hanyalah bagi-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).

Alhamdulillah, pemahaman tersebut betul-betul menjadi pegangan saya selama berumrah. Karena ternyata isi lafadz talbiyah itu memang benar-benar pas jika kita memahami kandungannya.
 Baca juga: Ujian "Special for You"

2 komentar:

  1. ingin banget segera hajikan ibu dan bapak segera mungkin, bantu doanya ya mbak

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya :)